1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. I
  6.  » 
  7. INSPIRATIF


  8. Reporter : Juandi    17 September 2015 12:13

    Buku 3D Ini Tidak Untuk Dibaca, Cukup Dilihat Saja

    Cara penggambaran buku macam ini sangatlah di luar kebiasaan.

    Feed - Jika ingin tahu gambaran isi buku, Anda perlu membaca dengan berulang-ulang. Hal ini tidak berlaku bagi buku yang dibuat oleh seorang seniman asal Inggris,  Su Blackwell. Ia mampu membuat buku menjadi tiga dimensi dan membuat para pembacanya dengan cepat memahami gambaran isi buku tersebut.

    To Kill A Mockingbird, 2015

    via viralnova.com

    Dilansir dari viralnova.comBlackwell menggambarkan isi buku dengan bentuk tiga dimensi. Mungkin hal itu terdengar tidak biasa, tapi Blackwell membuat ilustrasi buku secara rinci di setiap adegan dalam buku tersebut.

    The Stork Wife, 2014

    via viralnova.com

    Karya seni ini sangatlah sulit. Hal ini bisa Anda lihat dari setiap halaman yang harus dipotong, dilipat, dan disisipkan ke dalam setiap adegan yang rumit. Di sisi lain, buku ini mampu menggambarkan perasaan tokoh dalam cerita.

    Red Riding Hood, 2010

    via viralnova.com

    Menggunakan pencahayaan yang ditempatkan secara strategis, adegan ini menggambarkan perasaan tokoh yang merasa hangat tapi kesepian.

    The Dark is Rising, 2014

    via viralnova.com

    Karya Blackwell merentang ke berbagai tempat seperti hutan, pantai, dan rumah-rumah yang terisolasi. Sehingga membuat tokoh dalam cerita ini memiliki banyak kisah dan dongeng. 

    The Master and Margarita, 2014

    via viralnova.com

    Dia menggunakan warna minimalis untuk menekankan kesan realistik dalam benda-benda tertentu. Tapi sebagian besar gambar tetap dicetak dengan warna hitam putih dengan tekstur yang menggambarkan latar dan tempatnya.

    Treasure Island, 2013

    via viralnova.com

    Dalam membuat karya seni, Blackwell cenderung menempatkan dirinya seorang gadis muda yang memiliki perasaan dihantui, rapuh, cemas, dan selalu punya rasa penasaran.

    The Last Unicorn, 2012

    via viralnova.com

    Meski dikritik bahwa karyanya merusak bahan bacaan, ditegaskan bahwa materi yang didapatnya berasal dari buku bekas, bahan koleksi, dan hasil cetak yang sudah kadaluarsa. Dan, untuk bisa menghasilkan karya macam ini, Blackwell harus membaca sebuah buku lebih dari sekali. Dengan demikian ia bisa menangkap esensi dari berbagai komponen di dalamnya.

    Baca juga:

    10 Rak Paling Kreatif, Cocok Untuk Anda Para Pecinta Buku

    Inilah Wujud "Kutu Buku" Paling Menggemaskan di Dunia

    Buku Seharga Rp3,7 Miliar Ini Hancur Dalam 24 Jam

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES