1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. K
  6.  » 
  7. KESEHATAN


  8. Reporter : Indra    10 Maret 2015 14:00

    5 Hal Mengejutkan Penyebab Insmonia

    Insomnia kronis bisa menyebabkan sakit kepala, serangan jantung, dan osteoporosis.

    Feed - Insomnia adalah gangguan di mana seseorang tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik karena satu faktor atau lebih. Parahnya lagi, insomnia kronis didefinisikan sebagai orang yang terganggu waktu tidur selama lebih dari satu minggu atau setidaknya bisa sampai tiga bulan lamanya.

    Hal itu tentunya punya kaitan erat dengan risiko kesehatan, seseorang yang sudah mencapai ke titik kronis bisa mengalami gangguan kesehatan seperti depresi, sakit kepala, serangan jantung, dan osteoporosis. Insomnia bisa disebabkan berbagai hal, seperti dilansir dari huffingtonpost.com, berikut adalah penyebab paling umum insomnia.

    1. Sakit kronis

    via ausfp.com

    Penderita penyakit kronis paling rentan mengalami gangguan tidur. Rasa nyeri yang tiba-tiba datang bisa membangunkan Anda di malam hari. Ketika kehilangan kualitas tidur, rasa sakit akan lebih buruk. Untuk mengatasinya, berobatlah ke dokter spesialis tidur yang bisa membantu mengendalikan rasa nyeri.

    2. Obat

    via homeremediesforlife.com

    Obat untuk mengendalikan tekanan darah dan asma ternyata bisa menyebabkan insomnia. Berbagai resep obat-obatan telah diketahui bisa mengganggu kualitas tidur Anda, menghalangi produksi melatonin, hingga merusak tingkat alami tubuh dari berbagai enzim.

    3. Depresi

    via expertbeacon.com

    Sebanyak 80 persen orang dengan gangguan keadaan depresi mengalami kesulitan untuk tidur. Untuk meredam tingkat depresi yang labih parah, Anda dianjurkan untuk sedikit melakukan peregangan dan mengatur sirkulasi pernapasan. Hal itu akan membuat tubuh lebih tenang dan memudahkan proses tidur.

    4. Kebiasaan makan dan minum

    via huffingtonpost.com

    Para ahli menganjurkan untuk mengurangi asupan kafein untuk mendapat kualitas tidur yang baik. Sebagai catatan, kafein tak hanya hadir dalam secangkir kopi, tapi juga terkandung dalam coklat.

    5. Alergi

    via sharecare.com

    Sekitar 59 persen orang penderita alergi mengalami kesulitan tidur. Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa gangguan tidur dan alergi saling terkait, karena orang-orang penderita alergi menjadi lebih mudah untuk menderita gangguan tidur seperti insomnia. Untuk mengurangi gejala alergi, mandi sebelum tidur, mengganti seprai, dan sarung bantal jadi kunci untuk kualitas tidur yang sempurna.

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES