1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. U
  6.  » 
  7. UNIK


  8. Reporter : Zika    13 Maret 2015 14:00

    Merk Ternama Ini Diproduksi di Penjara

    Meski kontroversial, lima produk ini terasa unik karena dikerjakan di balik jeruji besi.

    Feed - Menjadi narapidana bukan artinya "mati" dalam hal produktivitas. Narapidana di Amerika Serikat terbukti mampu berperan dalam ekonomi negaranya dengan dijadikan pekerja untuk beberapa merk ternama. Ini dilakukan karena jumlah narapidana di AS mencapai angka 2,7 juta orang dan membebani para pembayar pajak.

    Dicetuskanlah ide agar mereka bisa dipekerjakan dengan tujuan agar mempunyai kesibukan dan uang hasilnya akan diputar kembali ke perekenomian negara lewat produk-produk yang mereka hasilkan. Meski kontroversial, lima produk ini terasa unik karena dikerjakan di balik jeruji besi.

    via Facebook Prison Blues and Correction Connection

    1. Prison Blues and Correction Connection
    Merk Prison Blues diciptakan di Oregon di tahun 1989. Tujuan pembuatannya saat itu ialah menutup biaya narapidana di Penjara Eastern
    Oregon namun tidak merusak usaha swasta lokal. Namun untuk bisa berpartisipasi dalam pembuatannya, napi yang terlibat haruslah
    menunjukkan perilaku baik dan suskse melewati proses wawancara.

    via stripesclothing.com

    2. Stripes Clothing
    Merk ini diciptakan di Belanda saat empat pelajar berkunjung ke sebuah penjara. Mereka berkesimpulan bahwa seseorang yang dipenjara dengan mudah terputus dari dunia luar dan kehilangan motivasi. Maka itulah keempatnya membuka peluang agar para napi ini masih bisa bersosialisasi dan memiliki skill yang berhubungan dengan garmen. Merk ini sudah menjalin kerja sama dengan sebuah penjara di Perancis dan Penjara Eastern Oregon.

    via prisonphotography.org

    3. Haeftling
    Merk ini berawal dari penjara di Jerman yang segan mengumumkan pada warganya bahwa mereka memproduksi pakaian. Namun seorang pengusaha bernama Stephan Bohle dengan berani mengambil alih dan mengganti merknya dagangnya menjadi Haeftling yang berarti "penghuni penjara". Merk ini mengalami sukses besar dan mengembangkan sayap hingga ke Australia dan Jepang.

    via www.usatoday.com

    4. JCPenney
    Sebagai departement store, JCPenney menjual ragam variasi barang mulai dari peralatan rumah tangga hingga baju bayi. Mereka juga memiliki merk sendiri dengan nama "jcp". Dari ragam barang ini, para napi ikut andil dalam produksinya.

    via www.victoriassecret.com

    5. Victoria’s Secret
    Rasanya tidak bisa dipercaya bahwa merk dengan image seksi dan glamor macam Victoria’s Secret diproduksi di penjara. Namun, ini nyata adanya. Merk pakaian wanita ini memproduksi barang-barangnya dengan dua tujuan: membantu para napi dan mendatangkan keuntungan bagi perusahaannya.

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES