1. HOME
  2.  » 
  3. TAG
  4.  » 
  5. S
  6.  » 
  7. SEJARAH


  8. Reporter : Denisa    19 Februari 2015 15:00

    Simak Perbedaan Tradisi Imlek Cina-Indonesia

    Pengaruh budaya Indonesia menjadi salah satu pengaruh besar perayaan Imlek di sini.

    Feed - Meski perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia, ternyata terdapat perbedaan signifikan jika dirayakan langsung di negeri China. Apa saja perbedaan perayaan Imlek di Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu itu?

    30 Versus 13

    Makanan Imlek via thecrowdvoice.com

    Menurut Aji Chen Bromokusumo, peneliti budaya China-Indonesia, menu Imlek di China berjumlah tiga puluh, sedangkan di Indonesia hanya 13 menu saja. Selain itu, Imlek di China menghadirkan minuman beralkohol, sementara di Indonesia hanya ada sirup le le. Selengkapnya Perbedaan Tradisi Imlek Tiongkok-Indonesia via tempo.co.

    Asin versus manis

    Ayam Oh atau ayam hitam via karileaves.blogspot.com

    Menu Imlek di China khas dengan rasa asin, sementara di Indonesia manis. Salah satu contohnya 'ayam oh' atau ayam hitam berbumbu tauco dan kecap. Kecap di Indonesia mayoritas dengan rasa manis, sedangkan di China, 'ayam oh' dibuat menggunakan kecap asin atau kecap ikan. Selengkapnya  Perbedaan Tradisi Imlek Tiongkok-Indonesia via tempo.co.

    Totok verseus peranakan
    Menurut William Wongso, pakar kuliner Indonesia, masakan China di Indonesia harus dibedakan menjadi dua; totok dan peranakan. Kata dia, keturunan China masih banyak yang menyajikan ala negeri aslinya.

    Sup sirip hiu via static.inilah.com

    "Seperti sup sirip ikan hiu. Ada beberapa keluarga menyajikan makanan ini, tapi tentunya keluarga dengan tingkat perekonomian yang sangat baik," katanya. Selengkapnya Perbedaan Tradisi Imlek Tiongkok-Indonesia via tempo.co.

    Lontong Cap Gomeh versus Variasi Lontong

    Lontong Cap Go Meh via waringinputih.files.wordpress.com

    Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio mengatakan bahwa dalam sejarahnya lontong opor Cap Go Meh adalah menu Imlek yang pertama kali dikembangkan di pesisir utara Jawa, tepatnya di Semarang. Lontong Cap Go Meh, kata dia, tak lain hasil akulturasi masyarakat China yang sudah membaur dengan penduduk muslim di Semarang.

    Awalnya, mereka hanya melihat penduduk muslim ber-Lebaran dengan menu ketupat, opor ayam, dan sambal goreng hati. Selanjutnya, masyarakat China malah meniru menu Lebaran dalam merayakan Cap Go Meh atau hari ke-15 Tahun Baru Cina. Selengkapnya Perbedaan Tradisi Imlek Tiongkok-Indonesia via tempo.co.

    WHAT DO YOU THINK?
    MUST READ STORIES